Resensi Buku, Al Qur’an Effect

Diposting pada

Bukti Efek Bacaan Al Quran Lebih Dahsyat daripada Efek Musik Klasik Mozart dalam Menstimulasi Kecerdasan Anak Sejak dalam Kandungan

Judul Buku      :  Al Quran Effect

Penulis             :  Abu Salman Farhan Al-Atsary

Penerbit           :  Sketsa

Kota Terbit      :  Yogyakarta

Tahun Terbit    :  2017

Tebal Buku : 108 halaman

Buku ini diawali dengan menyampaikan sebuah fenomena yang terjadi di dunia akibat Mozzart Effect.  Musik klasik yang diciptakan oleh Wofgang Amadeus Mozart, seorang musisi jenius ini diyakini bisa meberikan manfaat yang sangat luar biasa.  Mulai dari pertumbuhan otak bayi, bahkan sampai menjadi penumbuh yang hebat untuk tumbuhan, juga hal mengurangi limbah sampai satu ton.

Penelitian ulang yang dilakukan Katherine Key dan rekan me ndapatkan bahwa mendengarkan Mozart memiliki peningkatan IQ 9 – 10 poin.  Itu kenapa orang yanghudi yang terkenal dengan kecerdasannya sangat menyukai musik ini.  Mereka bahkan memperdengarkan Mozart pada bayi sejak dalam kandungan.

Kehebohan soal efek Mozart diblowup oleh media terkemuka dunia seperti New York Times.  Sehingga dalam waktu singkat, Mozart telah diserap masyarakat dunia.  Dari pejabat tinggi hingga masyarakat awam yang tak tahu menahu perihal musik sama sekali.

Banyak orang tak paham bahwa setiap nada musik yang mereka dengar masuk ke dalam tubuh dan memengaruhi kerja otak.  Jika yang didengarkan adalah musik dengan beat tinggi ditengarai dapat meningkatkan denyut jantung.  Sementara musik yang lebih relax akan membuat tubuh merasa tenang.

Sementara musik klasik sendiri memiliki melodi, ritme, dan timbre yang bisa digunakan untuk memengaruhi kecerdasan otak.  Hal inilah yang melatarbelakangi teori mozart.  Di dukung banyak penelitian, Mozart kian membumi. 

Dibagian berikutnya, penulis memaparkan banyak hal mengejutkan.  Penelitian lanjutan tentang efek Mozart ini justru menyanggah teori sebelumnya.  Banyak hal yang dirasa aneh dan meragukan.  Media mengatakan bahwa peningkatan keceerdasan bersifat permanen.  Padahal Dr. Gordon dan rekan membuktikan peningkatan IQ hanya berlansung 15 menit saja. 

Tahun 1999 penelitian yang dipimpin Christoper F. Chabris dan Kenneth M. Steele, mengungkapkan bahwa perubahan kognitif kecil tidak mencerminkan perubahan IQ.  Secara neuropsikologi, peningkatan kemampuan ini sebenarnya dipengaruhi oleh faktor yang menjadi kesenangan Anda.  Dalam hal ini adalah musik. 

Kita telah tersugesti bahwa Mozart memberi efek luar biasa.  Sugesti itu bekerja pada tubuh kita saat mendengarkan musik tersebut, maka kita bekerja lebih baik.  Meskipun sebenarnya jika kita menyukai musik lain yang menyenangkan, itupun mampu meningkatkan kinerja kita.

Jadi dapat dikatakan, mozzart effect hanyalah mitos.  Bahkan peneliti yang memunculkan teori mozzart efek tak pernah mengatakan bahwa musik ini mampu membentuk kecerdasan permanen. 

Di Bab 3 penulis menawarkan sebuah solusi logis.  Mengenalkan Al Quran Effect sebagai kitab suci umat muslim.  Mukjizat Al Quran bukan hal baru. 

Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al Israa: 82 bahwa Al Quran diturunkan sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. 

Tahun 1984 pada konferensi kedokteran Islam yang dilaksanakan di Amerika Utara, terdapat kesimpulan bahwa mendengarkan Al Quran baik disengaja maupun tidak, memberi ketenangan hingga 98%.

Al Quran effect sebagai metode andal dan berkelas sebaiknya dikenalkan sejak dalam kandungan.  Manfaat ini akan lebih optimal jika anak mulai menghafal Al Quran sejak dini.  Tingkat kesulitan dalam menghafal Al Quran sejatinya sedang membuka otak kanan dan menggali kecerdasan.

Tak hanya itu, dikisahkan juga bahwa Al Quran adalah penyembuh.  Membacakan ayat-ayat Al Quran di hadapan orang sakit, ternyata mampu meringankan penyakitnya. 

Kelebihan

Dalam dimensi 13 x 19 cm, buku ini memang praktis di bawa kemana-mana.  Disajikan secara praktis sebanyak 108 halaman, sebenarnya buku ini dapat dibaca sekali duduk. 

Kelebihan lainnya, non fiksi ini disampaikan secara to the poin dan tidak bertele-tele.  Pembaca dapat langsung menangkap maknanya tanpa harus menafsirkan ulang.  Dengan gaya bertutur yang menggugah, penulis mencoba memantik rasa pensaran pembaca. 

Fakta-fakta tentang Effect Mozart yang telah diakui banyak pihak, memiliki pengikut setia, dan penggemarnya sendiri untuk kemudian di sanggah merupakan tindakan berani.  Tulisan ini bisa jadi menuai pro dan kontra.

Penulis tidak hanya melempar kritik, sanggahan tentang effect Mozart.  Pada akhir bab, penulis memberi solusi dari keruwetan permasalahan yang disampaikan pada awal bab.  Al Quran Effect yang disampaikan memberikan bukti-bukti bacaan Al Qruan lebih dahsyat daripada efek musik klasik Mozart dalam menstimulasi kecerdasan anak sejak dalam kandungan. 

Al Qur’an Effect seperti menarik kembali pembaca pada jalan yang seharusnya setelah menjelajah jauh pada fenomena Mozart effect.  Secara lebih mendalam, penulis mengajak pembaca untuk membandingkan keduanya. 

Meskipun mengajak pembaca terlibat dalam buku, penulis secara gamblang memberikan kesimpulan pemaparannya pada bab IV.  Bahwa Al Qur’an lebih teruji.  Al Qur’an sebagai kitab suci paling banyak di baca di atas muka bumi ini, paling banyak dihafal, dan lebih tepat dijadikan rujukan bagi kaum muslim.  Dan sebaiknya, muslim lebih percaya identitas diri.   

Kelemahan

Buku yang disuguhkan secara ringkas memang memberi kemudahan bagi pembaca.  Di sisi lain, justru menjadi kelemahan.  Bagi yang ingin mempelajari materi lebih mendalam, pembaca masih perlu banyak referensi lainnya.

Sebagaimana dijelaskan penulis pada halaman 73 bahwa membedah Al Quran Effect mungkin butuh beratus-ratus tahun bahkan beribu halaman kertas.  Sementara, bab IV dengan judul Membedah Manfaat Al Qur’an Effect disajikan enam halaman saja. 

Mungkin pembaca hanya memperoleh gambaran singkat.  Seperti sub judul ‘Al Qur’an Untuk Kesehatan’, narasi hanya diberikan empat paragraf selanjutnya disampaikan dalil naqli tentang manfaat Al Quran untuk kesehatan. 

Pembaca perlu meneliti sendiri, fenomena kehidupan yang terjadi maupun turut mengalami secara langsung, merasakan kehadiran Al Quran sebagai nafas dalam kehidupannnya.

Saran

Kebenaran yang tak terbantahkan dalam Al Quran membawa banyak kebaikan bagi umatnya yang beriman.  Jadi jangan asal meniru sebuah teori.  Lebih baik pelajari terlebih dahulu secara mendetail.  Belum tentu, yang banyak digandrungi dunia juga pas buat kita.

Buku mungil yang padat ini akan lebih baik jika dilengkapi catatan penulis tentang rekomendasi buku pendamping yang boleh dibaca.  Karena akan lebih terasa manfaatnya jika teori tentang Al Quran Effect ini dilanjutkan dengan praktik oleh pembacanya.   

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.