Menangis Itu Menyenangkan

Diposting pada

Duduk di samping sahabatnya, Mita terus mengatakan, “Sudahlah Ra, gak perlu mewek untuk lelaki seperti itu”.  Ucapan Mita disambut derai air mata lebih deras lagi oleh Rara.

Tiga puluh menit sebelumnya, Rara baru saja menguraikan kesedihannya.  Ariel, tunangannya memutuskan melanjutkan S2 di luar negeri.  Pernikahan yang sedianya dilaksanakan tahun ini, gagal.  Ariel bilang ditunda.  Tapi Rara tahu, itu hanya akal-akalan saja.

Cinta, pengorbanan, kenangan saat bersama berseliweran di kepala, memenuhi hati, lalu bendungan yang sejak beberapa hari lalu dipertahankan, jebol di depan sahabatnya.  Usai menangis hingga sesenggukan, Rara merasa lega.

Tangis Rara yang keluar lantaran sedih, adalah air mata yang keluar karena gejolak emosional.  Namun air mata juga bisa keluar saat terlalu senang, atau ketika benda asing masuk.

Saat seseorang menangis di depan kita, kita kerap bingung.  Tanpa sadar membujuk untuk menghentikan tangisnya.  Atau saat kita berada di pusat perbelanjaan, anak kita merengek-rengek minta mainan hingga menangis.  Kita sering berupaya sekuat tenaga agar tangisnya reda. 

Kita seringkali berusaha sekuat tenaga menghentikan tangis seseorang.  Karena bingung, merasa terbawa suasana, dan mungkin malu.  Sebenarnya, menangis tak seburuk itu.  Bahkan memberi manfaat pada pelakunya.  Sebelum kita bahas apa saja manfaatnya, kita lihat dulu bagaimana air mata bisa keluar.

Proses pembentukan air mata disebut Lacrimasi.  Begini prosesnya.

  1. Di sudut bagian atas mata, antara kelopak dan alis terdapat kelenjar air mata (Lacrima Gland) yang berfungsi melembabkan mata dan membersihkannya. 
  2. Melalui proses Lakrimasi, kelenjar ini mengeluarkan 2 jenis air mata:  air mata pelumas yang mengandung air, lemak, dan mukosa serta air mata aqueus yang hanya mengandung air.
  3. Saat berkedip, air mata ini keluar mellaui saluran di sudut luar mata.
  4. Kelenjar air mata menyebar ke seluruh bagian mata lalu mengalir melalui lubang di sudut dalam mata melewati saluran lain ke sebuah bidang di belakang hidung.  Disinlah ari mata diserap kembali ke dalam tubuh. 

Jadi tak heran ya kalau kita menangis, hidung kita ikut meler? Dan ternyata, air mata tak hanya satu jenisnya.  Ada yang mengandung pelumas, ada yang hanya air saja.

Klasifikasi

Alex Gendler menjelaskan dalam Helath Me Up, air mata dapat muncul berdasarkan tiga klasifikasi, yaitu basal, reflex, dan emosional.

  1. Air mata basal

Secara biologis, mata kita memproduksi air yang berfungsi untuk melindungi dan melumasi mata.  Air mata keluar setiap kedipan untuk menjaga mata tetap lembab.  Air mata yang keluar ini tergolong air mata basal. 

  • Air mata reflek 
Hasil gambar untuk menangis karena bawang

Intisari.grid.id

Dalam aktivitas sehari-hari, air mata juga dapat keluar sebagai reaksi tubuh akibat benda/zat asing mengenai mata.  Misalnya saat kita mengupas bawang.  Saat mengupas bawang, terjadi reaksi kimia yang mengubah sulfoksida menjadi asam sulfenic.  Zat bersifat asam ini akan menimbulkan rasa pedih di mata.  Hal ini memicu keluarnya air mata.  Hal yang sama berlaku saat kita berada di lingkungan berasap.  Asap yang mencapai mata memunculkan reaksi keluarnya air mata. 

Air mata juga keluar saat mata terkena partikel halus seperti debu dan kemasukan serangga kecil.  Air mata secara reflek akan keluar sebagai bentuk perlindungan mata.  Ketika terkena air mata, partikel halus mupun serangga biasanya menepi dengan sendirinya, sehingga mudah bagi kita untuk mengeluarkannya. 

  • Air mata emosional

Air mata Rara keluar karena sedih.  Ini termasuk air mata emosional.  Namun emosi yang dimaksud emosi tak selalu berarti kesedihan.  Tergantung kondisi psikis yang sedang dialami seseorang.  Kita bisa saja menangis karena terlalu gembira, terharu, sakit, stres atau perasaan lainnya.    

Ari mata yang keluar, sangat membantu menjaga mata tetap lembab.  Selain itu, mata sebagai jendela dunia harus tetap bersih dan jernih.  Air mata adalah bukti sayang Tuhan pada kita. 

Bentuk perawatan gratis ini bermanfaat untuk membunuh bakteri.  Kandungan zat garam dalam air mata mampu menjadikan mata bebas dari bakteri.  Itu kenapa, air mata terasa asin.  Selain itu, air mata dapat mengeluarkan racun pada mata.  Jika mata kita bersih dan sehat, akhirnya kita bisa melihat dengan jernih.

Lalu jika kita menangis karena sedih, adakah manfaatnya? 

Tampaknya, air mata tidak hanya membersihkan mata.  Namun juga menjernihkan hati yang keruh karena luka.  Sering orang yang merasakan kecewa, stress, panic, sedih, akan merasa lega hati dan pikirannya setelah menangis.   

Rara merasakan hal yang sama setelah curhat habis-habisan tentang kisah pilunya kepada sahabatnya.  Sikap Mita sebaiknya tetap membiarkan Rara menangis hingga tuntas pula kesedihannya. 

Meskipun masalah sebenarnya tidak teratasi, dengan pikiran yang jernih, hati yang lapang, stress berkurang, mood meningkat.  Kita bisa mengatasi atau setidaknya berdamai dengan masalah.

Begitu pula saat anak-anak kita menangis minta mainan.  Untuk ukuran anak, tidak dibelikan mainan adalah bentuk kesedihan.  Dia harus mengatasi kesedihannya dengan suatu cara.  Dan menangis mungkin cara yang ia tahu.  Biarkan anak menangis, beri pelukan dan beri batasan. “Nangisnya, udah ya?  Sedihnya nggak usah lama-lama.”  Kalimat tersebut sepertinya bisa dicoba. 

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.