What Is Your Story speech bubble isolated on the blue background.

Membuat Cerita Mudah Hanya dalam Enam Langkah

Diposting pada

 

Ide menjadi bahan utama sebuah cerita.  Ide ini mesti kita tuliskan menjadi sebuah premis dalam bentuk kalimat pendek.  Premis ini adalah inti dari cerita.  Tak begitu sulit memang, sayangnya kita kerap kebingungan menentukan langkah selanjutnya.  Ikuti enam langkah berikut untuk menuntun ceritamu hingga akhir.  Saya akan memberikan langsung beserta contohnya.

What Is Your Story speech bubble isolated on the blue background.

  1. Siapa tokoh utamanya?

 

Tokoh Utama

Nama                        :  Lontar

Pekerjaan                               :  Pedagang yang sering rugi

Ciri fisik                     :  tinggi, kurus, berkulit hitam, berambut lebat

Sifat                           :  malas, iri, bodoh,

Tak bisa membaca, menulis dan menghitung sehingga selalu rugi

 

Tokoh Pendamping

Nama                        :  Eboni

Pekerjaan                               :  Pedagang sukses

Ciri fisik                     :  Bertubuh kuat, berkulit sawo matang, tinggi sedang, rambut legam,

Sifat                           :  baik hati, pandai, peduli pada teman, rajin

 

 

  1. Di mana dan dengan siapa ia tinggal?

Lontar tinggal bersama temannya yang bernama Eboni di Bukit Kesambi, Pulau Nusa

 

  1. Apa yang si tokoh inginkan dalam cerita ini?

Lontar ingin menemukan harta karun.  Eboni ingin Lontar sadar bahwa ia harus belajar.

 

  1. Mengapa si tokoh menginginkannya?

Lontar ingin kaya dan ingin berhasil seperti Eboni.  Eboni ingin Lontar pandai dan sukses.

 

  1. Apa tantangan yang akan si tokoh hadapi untuk mendapatkan hal yang ia inginkan?
  • Lontar sering mendapat kerugian saat berdagang karena tak bisa baca, tulis, dan hitung
  • Eboni yang baik memberi peta harta karun pada Lontar dan membekalinya dengan setandan pisang. Lontar mulai berpetualang dan dengan berat hati meninggalkan Bukit Kesambi
  • Pisang yang dibawanya dicuri. Awalnya, seekor monyet, kancil, lalu kambing.
  • Lontar kehabisan makanan. Ia memetik buah yang dipagar dan ditulisi ‘BERACUN’.  Tapi karena tak bisa membaca, ia memetik dan memakannya.  Beruntung ada orang baik yang menolongnya.  Dialah Kakek Gaharu.
  • Ternyata Kakek Gaharu tahu letak harta karun itu. Ia mengajak Lontar untuk melihat kotak itu.  Dalam perjalanan, Lontar juga dihadang harimau dengan tekad kuat, Lontar berhasil menghalau harimau dan menemukan peti harta karun itu.
  • Lontar kecewa ternyata petinya hanya berisi buku tebal. Kakek Gaharu menunjukkan bahwa kunci keberhasilan Eboni adalah karena buku itu.  Kakek Gaharu mengajarkannya pada Lontar sampai mahir.

 

 

  1. Bagaimana akhir ceritanya?

Lontar sadar bahwa buku adalah harta karun paling berharga.  Buku adalah kunci untuk membuka pintu-pintu kesuksesan.  Setelah belajar dengan kakek Gaharu, ia kembali berdagang bersama Eboni.

Ia juga menyadari bahwa Eboni teman baik yang mau berbagi rahasia kesuksesan.  Berbagi ilmu tidak menyebabkan seseorang kehilangan kepandaiannya.

 

3 PARAGRAF AWAL

 

Lontar dan Eboni adalah dua pedagang buah di Bukit Kesambi, Pulau Nusa.  Ketika petang menjelang, dagangan mereka sama-sama habis.  Eboni bahagia dapat mengantongi banyak uang.  Yang mengherankan, Lontar sedih karena harus menanggung kerugian.  Hal itu terjadi selama berhari-hari.  Lontar mulai curiga pada temannya, Eboni.

 

“Kau telah mengambil uangku!” tuduh Lontar pada Eboni.

“Jangan asal bicara,” kata Eboni.  “Mungkin kau yang salah menghitungnya.”

“Tidak mungkin!” bantah Lontar marah.

 

Keesokan harinya, Eboni tak jualan.  Ia mencari tahu penyebab kerugian yang dialami Lontar.  Eboni menyamar sebagai pembeli buah dengan menggunakan topi besar dan baju hitam.

“Aku mau membeli sepuluh kelapa!” pinta Eboni.  “Ini uangnya.”

Lontar menerima uang Eboni.  Ia bingung menghitung jumlah yang harus dibayar.  Bahkan uang kembalian yang diberikan lebih banyak.   Ternyata, Lontar tak pandai membaca, menulis dan berhitung.  Itu sebabnya dia rugi.   Eboni yang masih menyamar memberitahukan sebuah rahasia pada Lontar, agar ia sukses.

 

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.