Membentuk Mindset Cerpenis

Diposting pada

Cerpenis bukan sekadar pencerita.  Lebih dari itu, ia adalah pembawa pesan.  Maka tak hanya harus menguasai teknik menulis cerpen, ia mesti memiliki mindset seorang cerpenis.

Mentalitas ini dibangun, teraplikasi, dan melekat menjadi karakter penulis.  Yang pada akhirnya menjadi jiwa bagi cerita yang ditulisnya.  Maka menulsi cerita pendek bukan semata menungkan gagasan jadi tulisan.  Nilai tertinggi cerpen adalah pesan yang dibawanya.  Sehingga setiap kata menjadi gizi bagi pembacanya dan setiap kalimat adalah amanat.

Pengertian Mindset

Dalam bahasa Indonesia mindset adalah pola pikir.  Yaitu, cara pandang seseorang terhadap sesuatu.  Mulyadi “2007:71” mengatakan mindset sebagai sikap mental mapan yang dibentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka. ‌

James Artur Ray memberikan pengertian bahwa mindset adalah kepercayaan kepercayaan (sekumpulan kepercayaan) yang mempengaruhi sikap seseorang, atau suatu cara berfikir yang menentukan prilaku pandangan, sikap, dan masa depan seseorang. ‌

Menurut dr. Ibrahim Elfiky di dalam beberapa buku motivasinya, “mindset adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama.”

Dari berbagai pendapat tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa mindset merupakan sekumpulan keyakinan, perasaan, asumsi-asumsi, cara berpikir, memandang dan menilai sesuatu sehingga menentukan sikap dan perilaku seseorang.

Mindset Cerpenis

Sebelum menulis cerita atau yang tengah belajar menulis cerita, tanyakan pada diri Anda apa tujuan menulis cerita pendek tersebut.  Jangan sampai energi, waktu, biaya, dan apapun yang Anda dedikasikan menjadi sia-sia hanya karena Anda tak punya tujuan.

Tujuan memberi arah sekaligus menyokong kekuatan mental penulis.  Tujuan akan menjadi motivasi terbesar seprang penulis untuk terus menulis meskipun dalam perjalanannya kerap menghadapi banyak tantangan dan kendala.

Beberapa tujuan menulis diantaranya menginformasikan sesuatu, menyampaikan ide, menunjukkan pelajaran penting dari suatu peristiwa, atau bahkan sebagai pemecahan masalah.

Dengan merumuskan tujuan-tujuan tersebut, kita akan memandang bahwa cerpen itu tak sekadar cerita yang dibumbui percakapan dan hiasan di sana-sini.  Kita harus memiliki keyakinan bahwa melalui tulisan, kita dapat menjadi agen perubahan.  Artinya, sekalipun mengasyikkan, tulisan yang baik mestinya mampu memengaruhi pembacanya.

Bagaimana bisa membuat tulisan yang bersifat persuasif dan membawa perubahan positif?   Hal utama yang mesti dimiliki adalah mindset sebagai cerpenis yang baik.  Karena bagaimanapun, latar belakang penulis akan memengaruhi tulisan.

 

Setelah menyiapkan diri dengan mental positif, bekal penting yang perlu dimiliki seorang penulis cerpen adalah minat kuat sekaligus sikap rendah hati.  Hal ini akan mendorong penulis untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Cerpenis adalah Arsitektur

Perlu diingat lagi bahwa menulis cerita tak sekadar merangkai kata dengan gaya bahasa yang indah, sejatinya kita tengah membangun sebuah cerita.  Agar bangunan kokoh dan sesuai tujuan, Anda harus memiliki konsep dasar yang jelas sebagai rancangan awal atau blue print cerita.

Dua unsur yang mesti dipikirkan pada rancangan awal adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.  Unsur intrinsik meliputi sudut pandang, latar, tokoh, alur/plot.  Menyematkan unsur ini bisa dipelajari secara menyeluruh.  Bukan sepotong-sepotong asal comot yang akhirnya hanya jadi pengetahuan setengah-setengah. Padahal totalitas sebuah cerita nantinya akan memberi pengaruh positif pada pembacanya.

Sedang unsur ekstrinsik meliputi latar belakang masyarakat penulis termasuk ideology, kondisi sosial ekonomi dan politik.  Di sisi lain ada latar belakang pengarang seperti riwayat hidup, kondisi psikologis termasuk kepribadian, attitude dan perilaku penulis.  Lainnya adalah aliran tulisan yang dianut.  Latar belakang itu membawa nilai tersendiri dalam tulisan, seperti nilai sosial, moral, budaya, dan agama.  Unsur-unsur ekstrinsik bisa disampaikan secara langsung maupun tak langsung.

Keseluruhan nilai dalam cerpen itu dapat kita katakan sebagai jiwa cerpen.  Bangunan yang hidup dan membawa sesuatu dalam kehidupan dan penulislah yang menjadi arsiteknya.

Kesimpulan

Untuk menjadi Cerpenis yang Berhasil selain kemampuan menulis, persepsi Anda menentukan keberhasilan Anda.  Persepsi sendiri dipengaruhi beberapa hal seperti faktor fisiologis, perhatian terhadap tulisan, minat Anda, pengalaman dan ingatan, serta suasana hati.

Untuk itulah, penting sekali membentuk persepsi yang baik dengan cara menjaga attitude, fokus pada tujuan, peduli sekeliling, dan latihan membaca karakter agar cerpen Anda mampu membawa perubahan positif.

 

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.