Kita Semua Bisa Jadi Penulis

Diposting pada

Melihat, mendengar, membaca seperti tengah mengunduh pengetahuan secara random lalu terakumulasi memenuhi hati dan pikiran.  Sedang menulis adalah upaya membebaskannya.  Akan ada banyak kejutan, ketika kau mulai melakukannya.

Mulai saja, tanpa harus berpikir apa itu tata bahasa.  Tak perlu dibatasi tema ataupun jumlah halaman.  Kita hanya perlu memindahkan obrolan menjadi bahasa tulis.  Menulis bukan perkara eksklusif.  Mencurahkan isi kepala bukan hanya milik mereka yang pandai merangkai kata-kata.  Mendedahkan perasaan dalam tulisan bukan hanya hak para pujangga.

Lalu, apakah itu penting untuk kita?   Kita hanya akan merasakan manfaatnya jika kita melakukannya.

Tahapan Menulis

Seorang penulis buku fiksi dan non fiksi Asal Wonosobo, El Salman Ayashi Rz. menyampaikan bahwa menulis melalui empat tahapan.

  1. Relaxing

Menulis relaksasi adalah menulis yang dapat meredakan ketegangan jiwa raga.   Biasanya berisi coretan isi pikiran atau curahan hati sehingga bentuk tulisan ini ekspresif.  Artinya, menulis disini untuk mengekspresikan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan.  Jadi tak peduli titik koma, bagus tidaknya pilihan kata, bahkan ketika susunan kalimatmu berantakan sekalipun.

 

Pernah melihat orang sedang kasmaran yang mendadak jadi penyair?   Apalagi alasannya kalau bukan karena tak kuasanya mengurung gejolak jiwa.  Maka menuangkan menjadi deretan kalimat memberi ketenangan jiwa.  Efeknya dapat dirasakan baik fisik maupun non fisik.

Tak heran juga mengapa begitu banyak orang curhat di media sosial.  Telah lama tempat itu menjadi diari besar.  Cuit sana, cuit sini.  Memenuhi beranda, lini masa, dan story untuk menyiarkan segala pemikiran dan perasaan.  Tak salah memang.  Kadang itu menyenangkan.  Hanya, penting memperhatikan batas karena tak segala hal dapat kita umumkan.  Alih-alih jadi relax, sangat mungkin sikap berlebihan di media digital bikin saraf kian tegang.  Dan jangan sampai kebebasan menulis menjadi bumerang.

 

  1. Playing

Sesuai namanya, playing atau bermain merupakan bentuk kegiatan menulis untuk bersenang-senang.  Tujuannya lebih untuk menghibur ketimbang menulis serius karena menulis untuk bermain cenderung memillih tema-tema ringan.  Misalnya, menulis aktivitas sehari-hari melalui sudut pandang tertentu, menceritakan pengalaman lucu, menulis pengalaman pribadi, atau mengomentari bacaan dalam bentuk tulisan.

Sebenarnya, menulis playing tak memiliki aturan khusus, bentuk dan jenis tulisanpun bebas.  Namun sebagian melakukannya dengan memperhatikan sejumlah aturan seperti ketika menulis puisi, mereka mulai memilih kata, memainkan rima agar sajak-sajak terasa indah.

Menulis pada tahapan ini seyogyanya mampu mendorong orang-orang menulis dengan menyenangkan, tanpa rasa takut, tak harus pusing dengan ketentuan menulis.  Tulisan yang mengalir dari hati secara perlahan menumbuhkan minat seseorang untuk menulis lebih baik. Mainkan suasananya, lalu menulislah untuk menyegarkan kembali jiwa raga.

 

  1. Interesting

Interesting memasuki fase lebih dalam lagi di dunia menulis.  Tak sekadar bersenang-senang, di sini seseorang menulis karena memiliki minat dan perhatian yang tinggi.  Menulis menjadi sesuatu yang menarik untuk dipelajari secara lebih serius, dilakukan secara rutin, dan sudah mulai memperhatikan ilmu kepenulisan.

Bentuk tulisan ini masih bebas.  Kita dapat menulis apa saja.  Fiksi, non fiksi, atau gabungan dari keduanya.

 

  1. Writing

Writing dapat diartikan menulis secara benar serta memiliki tujuan dan maksud tertentu.   Tulisan ini dapat berbentuk prosa, artikel, opini, atau feature yang dikemas secara menarik menggunakan tata bahasa yang baik dan benar, serta sejumlah aturan tertentu.

Menulis disini memiliki kepentingan untuk berbagi pengetahuan ilmiah, menyampaikan pemikiran dalam bentuk opini, memberikan informasi melalui berita atau untuk memengaruhi khalayak dengan tulisan-tulisan persuasif.

Butuh waktu untuk dapat menulis lebih baik.  Writing tak hanya memberikan kesenangan, kepuasan, atau manfaat secara psikis.  Lebih dari itu, banyak yang menulis untuk tujuan komersial.

 

Mulailah Menulis

Mengemas tulisan dalam bahasa yang lebih baik tentu penting.  Dengannya, tulisan kita dibaca.  Metode tertentu membuat tulisan lebih mudah dipahami.  Namun menulis tak melulu bertujuan untuk berbagi pengetahuan, memberikan sejumlah wawasan, atau hal penting lainnya.  Tak jarang, orang menulis hanya untuk bersenang-senang atau sekadar hiburan.

Kita dapat memulai menulis tanpa rasa takut, karena menulis itu menyenangkan.  Bahkan, tulisan asal yang secara ekspresif kita tuangkan dari pikiran dan hati, adalah tulisan jujur yang mampu meredakan stress.  Tak peduli sejanggal apapun kalimat-kalimatnya.  Menaruh titik, koma di manapun, tanpa terpancang keindahan kata-kata.  Ini bisa menjadi terapi.

Karena tak penting melangit dengan sastra tinggi tanpa bisa dimengerti.  Lebih baik mengurai keruwetan menjadi sederhana dan mudah dipahami.  Mulailah menulis apa saja.  Sungguh, menulis tak sesulit yang kita bayangkan.

Ketika minat menulis telah tumbuh dan berkembang, barulah kita pikirkan bagaimana menulis yang benar.  Dengan ini tak hanya mengurai unek-unek tapi kita membuat apa yang silang sengkarut di kepala menjadi lebih sistematis.  Secara bertahap bahkan mampu mengubah pola pikir kita menjadi lebih baik.  Kita semua bisa menjadi penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.