What Is Your Story speech bubble isolated on the blue background.

Cara Membuat Sinopsis Novel, Novelis Wajib Tahu!

Diposting pada
What Is Your Story speech bubble isolated on the blue background.

Bagi novelis, sinopsis memiliki posisi penting.  Menggambarkan garis besar cerita secara utuh dari awal hingga akhir sebagai panduan untuk menulis naskah secara lengkap.  Menulis sinopsis seperti sedang menceritakan novel ratusan halaman dalam waktu tak kurang dari lima menit.  Tuliskan saja hal-hal penting di dalamnya.

Tak ada standar khusus mengenai panjang pendeknya synopsis.  Pada umumnya, cukup satu sampai tiga halaman saja.  Karenanya hindari gaya bahasa bertele-tele, menyisipkan gaya bahasa, penjelasan mendetail, serta percakapan dalam synopsis.  Sinopsis harus dibuat padat dan runtut.

Apa saja di dalamnya?

Meski sinopsis adalah versi singkat naskah, tetap saja berisi segala unsur intrinsik novel.  Diantaranya, karakter atau penokohan, latar, konflik-konflik yang terbangun, sudut pandang yang digunakan serta alur novel.

Karakter utama perlu disampaikan untuk menunjukkan detail penting.  Pertama, membantu penulis mengingat kekuatan karakter.  Kedua, sebagai daya tarik naskah.  Saat naskah ini dikirim ke penerbit maupun diikutkan sayembara, penjelasan karakter utama pada sinopsis membantu editor atau juri memahami dan mengetahui keunikan tokoh utama.

Unsur lainnya, seperti latar dan konflik dijabarkan dengan jelas dan tegas.  Tak perlu panjang lebar apalagi dengan bahasa mendayu-dayu namun mampu mrepresentasikan keseluruhan kisah dalam novel serta memancing sisi emosional pembaca.

Alur novel adalah hal lain yang mesti disampaikan pada sinopsis.  Ditulis runut untuk mempermudah pemahaman pembaca.   Tak kalah penting, sudut pandang penulis dalam membuat novel.  Penulis sebagai orang pertama, kedua, atau ketiga.

Menyusun Sinopsis

Sinopsis membantu penulis memahami keseluruhan cerita.   Karenanya perlu diperhatikan novelis.  Meski sifatnya tidak mutlak, karena setiap penulis memiliki gaya masing-masing dalam menyusun sebuah naskah, saya pikir ini tetap penting.

  1. Sinopsis disajikan secara kronologis. Meskipun pada prakteknya novel bisa saja dikemas dengan alur mundur atau flash back, menulis secara urutan waktu akan membantu penulis memahami keseluruhan cerita, sebab akibat, juga konflik yang terbangun.  Selain itu, penulisan secara kronologi akan mempermudah penulis menyajikan plot-plot cerita.
  2. Tak perlu buru-buru menulis sinopsis tapi macet di tengah jalan, bingung memikirkan alur, bahkan ending. Di awal, segala unsur intrinsik novel telah ditulis secara lengkap.  Dari memikirkan tema, menentukan premis yang akan dikembangkan menjadi cerita, gambaran tokoh, setting, masalah yang dihadapi tokoh serta kemungkinan penyelesaian, alur dan sudut pandang cerita.  Hal yang demikian mestinya dikuasai terlebih dahulu.  Dipikirkan masak-masak, direnungkan setelah melalui riset baik studi pustaka maupun turun langsung ke lapangan.  Tak perlu 100% paham, minimal 80% tersimpan di kepala, baru dituangkan dalam bentuk sinopsis.
  3. Sebagai gambaran utuh novel, maka sinopsis mesti ditulis secara tegas, padat, mencakup semua. Hindari penggunaan gaya bahasa, penjelasan detail dan lengkap, serta menambahkan percakapan. Tulis saja secara ringkas, menarik, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan pemikiran ganda.  Jangan lupa, tuliskan pesan cerita.  Atau, tujuan kita menulis novel tersebut.

 

Penutup

Sinopsis novel bisa dikatakan sebagai proposal novel.  Baik untuk diri sendiri maupun pihak lain seperti panitia lomba atau penerbit yang akan kita kirimi naskah tersebut.  Sebagai proposal, sinopsis harus memuat hal-hal penting seperti unsur-unsur intrinsik novel serta beberapa hal lainnya seperti mengapa novel tersebut dibuat, manfaatnya bagi publik atau alasan mengapa novel tersebut layak dibaca nantinya.

Sinopsis dibuat secara ringkas dan kronologis tanpa menyertakan percakapan dan penjelasan bertele-tele.  Sinopsi hanya memuat gagasan-gagasan pokok dari keseluruhan cerita.

Ketika kita menguasai materi, bahan novel melalui riset lengkap, gambaran utuh cerita, maka menulis sinopsis hanya menuangkan garis besar ide saja.  Selebihnya tinggal mengembangkannya menjadi novel.

 

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.