Bakat Bukan Penentu Keberhasilan

Diposting pada

 

Judul                    :    Grit.  Kekuatan Passion dan Kegigihan

Penulis                 :    Angela Duckworth

Penerbit               :    Ebury Publishing

Diterjemahkan oleh :  PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit        :    2018

Jumlah halaman   :    416

Jenis                     :    Pengembangan diri, Psikologi

 

 

Buku Grit petama kali diterbitkan di Indonesia pada bulan Februari 2018.  Sampai Maret 2019 telah mengalami empat kali cetak.  Buku ini menuai kembali suksesnya seperti pencetakan awalnya di Amerika serta memperoleh predikat New York Times Bestseller juga No. 1 Amazon Bestseller in Educational Certification & Development.

Dapat langsung kita baca pada cover buku, hal terpenting untuk sukses dan bahagia bukanlah bakat.  Angela Duckworth, professor psikologi di University of Pennsylvania dan penerima beasiswa MacArthur 2013 mempelajari pengaruh ketabahan pada sukses seseorang.  Hasil penelitiannya ia tuangkan dalam buku yang ada di hadapan Anda ini.

Penulis merumuskan bahwa Grit adalah hasil kombinasi kekuatan passion (gairah) dan kegigihan.  Ia mengawali bukunya dengan ingatan masa kecilnya.  Ayahnya yang ilmuwan mengukur keberhasilan dari tingkat kejeniusan serta bakat yang dimiliki seseorang.  Dan ia menerapkan ini pada putrinya.

Sayangnya, fakta berkata lain.  Ia membuktikan ketika mendapat beasiswa Mac Arthur.  Bahwa selama ini apa yang ia sumbangkan, tenaga, pikiran, waktu, biaya terutama cinta pada pekerjaannya membuahkan hasil yang menakjubkan.  Saat ia terpukul, ia bangkit.

Ada kutipan yang menarik.

“Saya mungkin bukan orang paling pintar di ruangan, tapi ia berjuang untuk menjadi yang paling tabah.”

Gairah dan ketekunan ini membawanya pada penelitian yang hasilnya mampu menggetarkan kita semua.  Membongkar dan menumbuhkan mindset bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang jenius.

Ia membagi bukunya dalam tiga bab.  Dimulai dengan pemahaman tentang ketabahan.  Seberapa penting pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang.  Di bab 2 ia mengajari pembaca bagaimana menumbuhkan ketabahan dari dalam ke luar.  Mengenali minat, melatihnya, menentukan tujuan, dan satu lagi, bahwa harapan ibarat kayu bakar yang menggelora dalam dada kita.  Terus menyulut semangat untuk bekerja keras meraihnya.

Bab ke-3  adalah kebalikan dari bab ke-2.  Ia menjelaskan bagaimana menumbuhkan ketabahan dari luar ke dalam.  Anda yang penasaran apa maksud kedua bab ini boleh langsung membacanya.

Dari ketiga bab yang kaya nutrisi itu kita diajak melihat fakta-fakta di lapangan.  Ia meneliti para kadet di hari pertama mereka di West Point, guru-guru yang bekerja di sekolah hebat dalam arti sekolah dengan beban terberat, serta para finalis muda di National Spelling Bee.

Ia menarasikan temuannya, menunjukkan apa yang didapatkannya dari eksperimen yang dilakukan dengan apik.  Kalimat-kalimat dengan tempo cepat, terasa menggebu dan mendorong kita untuk segera menyelesaikan buku ini.

Ketika kita juga dengan tabah membaca kalimat demi kalimat kita akan menemukan bahwa bakat saja tak cukup, gairah saja masih kurang, hasus ada perjuangan/effort.  Semua berkolaborasi menunjang kesuksesan kita.

Buku ini lebih menarik lagi dengan ditambahkannya beberapa grafik dan gambar walau hanya sedikit saja. Membaca ini mungkin bisa mengubah mindset kita.  Namun tetap saja dibutuhkan waktu yang panjang.  Tak akan sama antara satu orang dengan lainnya.  Pengalaman dan pemikiran yang telah dalam tertanam dalam hidup bukan hal mudah untuk diubah.

Kita memang bisa mendukung diri atau orang lain untuk berhasil melalui latihan intens dan ketahanan untuk menjalaninya.  Syarat awal harus dipenuhi bahwa apa yang kita lakukan memang minat kita.  Karena sebanyak apapun mencoba, berjuang mati-matian, menurut saya ada hal-hal yang memang diluar kendali manusia.  Kita berencana namun Tuhan berhak menentukan hasilnya.  Bahkan doa kita yang pasti didengarNya, tak tahu kapan akan diwujudkan Tuhan.

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.