Anti Krisis dengan Hidup Minimalis

Diposting pada

Identitas Buku

Judul                                :    Seni Hidup Minimalis

Penulis                             :    Francine Jay

Penerbit                           :    PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                    :    2018

Jumlah halaman               :    260

Jenis                                 :    Pengembangan diri, Psikologi

Sinopsis Buku

 

Lepaskan seperti anak kecil meniup setangkai dandelion.  Dalam satu tarikan napas, begitu ringan dan bahagia tak terkira.

Francine Jay

 

Minimalis tak sekadar cara menata barang.  Lebih dari itu, minimalis telah menjadi gaya hidup yang membahagiakan.  Buku ini mengajak kita melakukan perjalanan bersama untuk menghilangkan ketergantungan, beban karena barang, rasa memiliki yang memberatkan menuju pelepasan yang begitu ringan seperti terberainya dandelion saat tertiup angin. 

Melalui buku ini Francine Jay tengah berbagi kebaikan, membantu pembaca yang ingin menyederhanakan hidup dengan metode-metode praktis yang disampaikan tanpa bertele-tele.  Ia mengawalinya dengan sebuah paradok.  Memiliki sedikit barang justru akan membuat kita lebih bahagia.

Pendapat umum menjejali kita dengan pemikiran bahwa bahagia identik dengan kepemilikan.  Tak hanya tentang jumlahnya namun merknya.  Artinya, semakin mewah yang kita miliki, harga diri dan kebahagiaan kita meningkat.

Kehidupan modern juga telah menghadapkan kita pada dua jalan untuk lebih produktif dengan kemudahan sekaligus menjadi konsumtif terhadap produk-produk baru.  Mereka menanamkan secara lembut pada alam bawah sadar.  Akibatnya kita terdorong untuk membeli dan membeli.  Aktivitas ini sungguh menyedot energi, waktu, pikiran, perasaan, dan pada akhirnya, keuangan kita yang terganggu.

Para penganut minimalis menyadari hal ini sebagai sebuah penyakit.  Alih-alih bahagia, barang-barang yang kita miliki rupanya cukup membebani.  Penulis yang dikenal sebagai Miss Minimalist memberi pemahaman tentang hidup minimalis dan menjelaskan dengan detail langkah-langkah menuju minimalis.

Arti Minimalis

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, minimalis merupakan adjektiva atau kata sifat yang berarti berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik.

Ada yang mengatakan minimalis adalah model hunian.  Ada juga yang menganggap minimalis adalah kecil, sedikit, atau bahkan kosong.  Francine Jay memilih memandang kosong ini bukan dari sisi rasa kehilangan, kehampaan, dan kesunyian, namun kosong diartikan sebagai apa adanya, ruang tanpa tanpa disesaki barang.

Ia memberi gambaran bahwa wadah hanya akan berguna saat wadah tersebut kosong.  Begitu juga rumah yang kita tempati.  Rumah merupakan kontainer bagi kehidupan kita, bukan bagi barang-barang kita.

“Your home is living space, not storage space.”

Berpikir Minimalis

Di era digital, tak mudah membatasi diri dari paparan informasi di media.  Karena cara itu memang memudahkan.  Sayangnya, diantara informasi-informasi penting yang kita butuhkan berseliweran iklan yang mendorong kita menjadi pembeli, memiliki banyak barang.  Dorongan itu sangat kuat dan akhirnya kita menuruti.  Jika ini yang terus terjadi, bukan hanya saldo kita yang menyusut, jiwa kita tak bahagia.  Krisis karena nafsu, menurut saya.

Dalam hal ini, penulis mengingatkan bahwa kita bukanlah barang yang kita miliki.  Kita bukanlah rumah mewah kita.  Kita bukan koleksi buku-buku kita.  Diri kita adalah kita apa adanya.  Itulah mengapa, menumpuk barang, justru membebani, memberi citra diri yang samar bukan original.

Dengan hidup sederhana, kita tak perlu pusing-pusing memikirkan perawatan.  Sederhana disini berarti secukupnya sesuai kebutuhan.  Sebenarnya, pola pikir minimalis ini sejalan dengan ajaran islam.  Dimana kita diajarkan untuk tidak berlebih-lebihan.

Umat muslim juga memiliki contoh minimalist sejati.  Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam.  Beliau tauladan gaya hidup sederhana.  Semasa hidupnya, hanya beberapa lembar saja pakaian yang dimiliki.  Bukan karena tak bisa, ini adalah pilihan.

Metode Streamline

Di bagian dua buku ini, Francine Jay menjelaskan metode hidup minimalis yang telah dikenalkannya pada dunia.  Metode tersebut dikenal dengan Streamline. Yaitu sepuluh teknik ampuh untuk membersihkan dan menjaga rumah tetap rapi.

Setiap huruf dalam kata STREAMLINE melambangkan satu langkah dalam proses merapikan tempat tinggal.

S = Star Over (mulai dari awal)

T = Trash, treasure, or transfer (Buang, simpan, atau berikan)

R = Reason of each item (Alasan setiap barang)

E = Everything in it’s space (Semua barang pada tempatnya)

L = Limits (Batas)

I = If one comes in, one goes out (Satu masuk satu keluar)

N = Narrow down (kurangi)

E = Everyday maintenance (Perawatan setiap hari)

Di bagian ketiga buku ini, penulis menjelaskan bagaimana membersihkan dan merapikan dari ruang ke ruang.  Pembaca tak perlu bingung.  Penulis menuntun pembaca dari menetapkan pola pikir, menjelaskan metode, serta memberikan cara-cara praktis untuk menerapkan metode streamline.  Setelah perjalanan panjang merapikan ruang, kita akan ditunjukkan manfaat hidup minimalis.

Penutup

Saya sendiri setuju dengan gaya hidup minimalis.  Sederhana itu sesuai kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan.  Toh kita lahir tanpa membawa seutas benang dan akan kembali pada-Nya tanpa membawa apapun.  Hanya amalan kita yang akan dinilai oleh Tuhan.  Karena setiap barang yang kita miliki akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Yang Maha Memberi, maka Anda boleh memilih untuk hidup seperti apa.

 

 

 

 

Gambar Gravatar
Dari sebuah titik zenit, untuk garis, bidang, ruang, dan kembali pada kehampaan. Penyuka warna hitam dan kopi hitam, suka menulis untuk mengasah kepekaan dan cara meditasi, untuk memperbaiki diri serta menebar inspirasi.